July 2nd, 2009
Di Titik Nadir
Kehidupan di dunia harus diakui tak selamanya indah. Kita tak akan selamanya bahagia, demikian juga sebaliknya kita tak akan selamanya menderita. Tak selamanya kita berada di atas, tak selamanya juga kita berada di bawah. Namun, harus saya akui proses berubahnya situasi tersebut, dari atas ke bawah, dari bahagia ke derita, pasti akan membuat kita sangat menderita. Bahkan bisa saja, jika kita tak mampu menghadapi perubahan itu, bukan tak mungkin kita menjadi stress atau bahkan menjadi gelap mata.
Sebagian sahabat mungkin sudah mengetahui, beberapa hari yang lalu saya mengalami kejadian yang membuatku terpuruk ke dasar yang paling rendah. Saya sendiri awalnya ga mengerti, kenapa hanya dalam selang waktu beberapa hari saya harus menjalani ujian kehidupan yang saya gak akan mampu menghadapinya sendirian. Saya marah padaNYA, mengapa saya harus mengalami peristiwa yang membuat saya harus kehilangan semua rupiah yang selama ini susah payah saya kumpulkan. Hasil keringat yang saya kumpulkan dalam waktu yang tidak sedikit, harus lenyap dalam sekejap tanpa saya menyadarinya. Saya benar-benar sudah tidak berdaya, apalagi kejadian itu membuat sahabat-sahabat saya juga ikut terbawa-bawa. Sekali lagi saya hanya bisa termangu di dalam kamar dengan pikiran yang kacau balau dan air mata yang tak henti mengalir, saya benar-benar merasa sendiri.
Tapi di dalam kekalutanku, di dalam kesendirianku dan di saat saya sudah mulai berpikir yang tidak-tidak, sahabat-sahabat baik dari kalangan blogger maupun kalangan fesbuker yang berada di Jawa menghubungi saya setelah membaca statusku di fesbuk. Semuanya menguatkan saya yang ga henti-hentinya menangis di telpon. Mungkin kedengarannya cengeng, namun entahlah apakah yang teman-teman lakukan jika teman-teman sendiri yang mengalaminya. Perlahan-perlahan saya mulai tenang, sahabat-sahabat terus menguatkan dan memberikan saran yang saya sadar sangat menguatkan saya saat itu. Satu hal yang masih saya ingat, perkataan seorang sahabat yang mengatakan bahwa saya sedang “didewasakan” dan “dibukakan matanya” untuk kembali berserah padaNYA.
Saya tersentak, saya sadar bahwa selama ini saya terlalu “ANGKUH” padaNYA. Hanya karena selama ini orang-orang yang bekerja sebagai PELAYAN-NYA selalu memberikan contoh yang tidak baik pada saya dan bahkan menyakiti kami sekeluarga, saya menjadi marah padaNYA. Saya sadar, selama ini saya terlalu mengandalkan diri sendiri, karena merasa diri mampu. Mungkin memang benar, DIA sedang membuka mataku, bahwa saya hanyalah seorang manusia, manusia yang selalu bergantung dan kembali padaNYA.
Berangsur-angsur dengan sisa kekuatan yang ada, saya berusaha bangkit meski tertatih. Mungkin saya tak akan bisa mendapatkan semuanya kembali dalam waktu cepat, namun saya yakin DIA akan menopang dan menuntun setiap langkah yang kujejakkan. Dengan dukungan dari semua sahabat dan teman-teman, saya akan dan harus kembali memulai meski dari titik nadir.
Sebuah lagu juga turut menguatkan saya dalam mencoba tegar menghadapi semuanya, sepenggal lagunya mengatakan:
Banyak perkara yang tak dapat kumengerti, mengapakah harus terjadi di dalam kehidupan ini. Satu perkara yang kusimpan dalam hati, tiada satupun kan terjadi tanpa Allah perduli.
Lewat postingan ini saya hanya ingin berbagi bahwa seberat apapun masalah dan ujian yang kita hadapi, pamahilah bahwa DIA tidak pernah tidak perduli. Semuanya itu merupakan suatu yang membuat kita akan lebih kuat jika kelak menghadapi masalah yang lebih besar. Dan jangan lupakan peran para sahabat yang bisa dijadikan sebagai tempat mengadu dikala kita sedang terjatuh di titik nadir.
Oh yah …
Kembali saya memohon dukungan VOTE untuk tulisan saya di Zalukhu.com yang berjudul MY LOVELY WORDPRESS yang menjadi finalis nomor 2 dalam kontes My Wordpress Story. Untuk memberi vote silahkan ke: SINI . Gratis Kok.. hehe




July 2nd, 2009 9:25 pm
nadir itu apa mas?
[Reply]
July 3rd, 2009 at 9:01 am
titik nol
[Reply]
July 2nd, 2009 9:29 pm
menjadi lebih tabah diriku ketika memikirkan hadapilah masalah kecilmu dan kelak dirimu akan menjadi kuat dan sanggup untuk menghadapi masalah besar..
[Reply]
July 3rd, 2009 at 9:01 am
[Reply]
July 2nd, 2009 9:32 pm
Tetep SEmangat menjalani hidup.. pasti ada hikmah dibalik semua kehidupan yg kita lalui, jengkal demi jengkal..
[Reply]
July 3rd, 2009 at 9:01 am
Thanks Yu…
[Reply]
July 2nd, 2009 9:50 pm
udah tak vote
moga menang. ..
[Reply]
July 3rd, 2009 at 9:02 am
Thanks Mas
[Reply]
July 2nd, 2009 10:01 pm
Lg kena musibah apa sih mas? kok kayanya suffering banget gt. Somebody f**ked you up or what?
As a blogger brotherhood i just could say NEVER SURRENDER!! sedangkan adek saya Steven Gerrard bilang YOU’LL NEVER WALK ALONE…
[Reply]
July 3rd, 2009 at 9:04 am
Hehe thanks mas…
musibahnya terjadi jumat minggu lalu, saya mengalami pencurian dgn unsur magis.. but saya lg mencoba melupakannya karena setiap ingat kejadian itu i feel sick and freaky
[Reply]
July 2nd, 2009 10:15 pm
masalah = proses pendewasaan om…..sampai saat ini saya juga selalu merasa bisa melakukan apa saja sendiri, lewat catatan om zalukhu ….saya belajar menghargai persahabatan….nice post om….
wake up om…..ditunggu di fesbuk
[Reply]
July 3rd, 2009 at 9:05 am
Makasih Mbak Anna..
[Reply]
July 2nd, 2009 10:18 pm
Setiap manusia pasti pernah mengalami kondisi terberat di dalam hidupnya. Saya juga demikian. Namun sang pemenang adalah mereka yang berusaha bangkit kembali usai mengalami suatu keterpurukan. Itu aja deh komentar saya mas.
[Reply]
July 3rd, 2009 at 9:06 am
benar mas.. bangkit dan mencoba memperbaiki semua itu yang harus dilakukan
[Reply]
July 3rd, 2009 12:24 am
semangat bang! kami smua slalu ada bersamamu. dan betul sekali kalo DIA akan selalu membantu kita
[Reply]
July 3rd, 2009 at 9:06 am
iya mas… thanks
[Reply]
July 3rd, 2009 12:54 am
semangat bang… semua cobaan pasti ada hikmahnya…
[Reply]
July 3rd, 2009 at 9:06 am
makasi bang….
[Reply]
July 3rd, 2009 6:32 am
wah klo ini saya g setuju,tidak sepantasnya manusia berprasangka buruk terhadap sang penciptanya..
[Reply]
July 3rd, 2009 at 9:07 am
berarti sobat blom baca semua tulisan di atas..
[Reply]
July 3rd, 2009 8:16 am
salut atas semua tulisannya bang..”Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang2 yang mengasihiNya”…aku tanggapi ya bang berdasarkan pengalamanku juga, dengan link ke artikel ini.
[Reply]
July 3rd, 2009 at 9:07 am
silahkan mas.. makasih
[Reply]
July 3rd, 2009 9:51 am
benar, om Zal. ketika masalah datang begitu berharganya seorang/banyak sahabat yang menguatkan kita. demikianlah yang juga terjadi pada saya. ketika seminggu menangisi kejadian yang terjadi & tidak memperoleh solusi, saat curhat kepada sahabat2 ternyata mereka juga pernah mengalami masalah yang hampir sama & telah melewatinya. saat itulah kita merasa kita tidak sendiri & tidak bisa sendiri
[Reply]
July 13th, 2009 at 10:01 pm
terharu juga ya punya sahabat2 yang care..
[Reply]
July 3rd, 2009 10:11 am
Semakin berat ujian untuk kita menjadi gambaran bahwa semakin tinggi kemampuan kita untuk menghadapinya…..gak ada ujian yang Tuhan berikan diluar batas kemampuan umatnya…semangat….terus untuk kumpulin lagi receh Pypalnya
[Reply]
July 13th, 2009 at 10:02 pm
saya juga tetap mengingat satu Firman Nya bahwa Kita tak akan dibiarkan menjalani pencobaan yang melebihi kemampuan kita.. itulah yang membuatku bertahan..
[Reply]
July 3rd, 2009 10:17 am
Saya tidak akan banyak komentar disini bang.., komentarnya via telpon, SMS sama YM ajah, juga gak lewat pesbuk, gak punya eh lom bikin pesbuk soalnya bang..,
[Reply]
July 13th, 2009 at 10:03 pm
bikin akun pesbuk donk say..
[Reply]
July 3rd, 2009 10:18 am
Ayub pernah dicobai setan hingga sgala miliknya habis (keluarga, kekayaan, dll), dia juga pernah terlalu menganggap diri adil benar, tp tidak pernah meninggalkan Tuhan. Belakangan krn dia stia, Tuhan memberikannya 2x lipat hehehe
[Reply]
July 13th, 2009 at 10:05 pm
makasih mas..
meskipun saya ga akan bisa seperti Nabi Ayub…
tp minimal saya tetap mengingat semua yang dialaminya sebagai kekuatan bagi saya.
[Reply]
July 3rd, 2009 2:47 pm
kirain kadir om ? temannya doyok ? walah tulisan serius koment saya becanda yahh xixixi
yang penting abis jatuh bangun lagi..jangan abis jatuh malah gak bangun-bangun ? itu berarti mati dongg…
[Reply]
July 13th, 2009 at 10:06 pm
hahaha.. aduh saat ini masih blom bisa tulisan ngocol cah.. makanya membaca tulisanymu di blogmu salah satu yang bisa membuatku tertawa… thanks for that.
[Reply]
July 3rd, 2009 6:27 pm
Sabar ya Bang Zal! Kalau katanya Mas Alam, inilah cara Tuhan membuat ‘konteks/wadah’ umatnya menjadi lebih besar… Aku yakin Bang Zal mampu untuk dibesarkan. Tetap semangat!
[Reply]
July 13th, 2009 at 10:06 pm
Thanks Ga…
[Reply]
July 3rd, 2009 9:02 pm
Dunia ini tempat ujian. Derita-bahagia, kaya-miskin, semua itu hanya bagian dari kehidupan yang harus kita jalani. Sahabat yang baik adalah sahabat yang saling menguatkan ketika sahabatnya berada di titik nadir. Yang sabar ya Bang Zal, saya turut sedih.
[Reply]
July 13th, 2009 at 10:09 pm
makasih mas… that’s mean a lot for me…
[Reply]
July 3rd, 2009 9:13 pm
wah yang sabar mas,, kalo masalah2 itupun saya juga sering menghadapinya,, bukan hanya sekali,, tapi bertubi2 dan saya merasa sangat lemah,,,
[Reply]
July 13th, 2009 at 10:11 pm
makasih say.. bagaimana pun kita harus menjadikannya sebagai pembelajaran dalam kehidupan kita, sehingga kelak ketika kita mngalami yg lebih berat, kita akan siap menghadapinya.
[Reply]
July 3rd, 2009 11:49 pm
Sabar dan tawakal .. Bang, semua yang akan naik peringkat pasti di uji, jika lulus kita akan mendapatkan derjat yang lebih tinggi. Sama seperti saya juga lagi terkena ujian yang cukup berat mengenai khususnya keuangan … tetap semangat … Bang
[Reply]
July 13th, 2009 at 10:12 pm
tetap semangat ya mas.. saya yakin mas juga akan bisa melewatinya.
[Reply]
July 4th, 2009 9:21 pm
dalam rupa atau bentuk apapun cobaan hidup, kalo percaya padaNYA, terasa tenang, bening dan seakan tak ada beban..! semua orang mengalaminya bang termasuk anak nias diperantauan hehehe, cuma DIA yang jadi pegangan untuk tetap eksis sampai sekarang.
god bless u..
[Reply]
July 13th, 2009 at 10:13 pm
Thanks Bro.. God Bless You too..
[Reply]
July 5th, 2009 9:12 am
Thanks for your post.. make the one tobe instropection…
[Reply]
July 5th, 2009 at 6:18 pm
yg diattas itu kayak spam .. wakakak.. loh jangan2 komentar ini juga ga ding wkwkwkw..
[Reply]
July 13th, 2009 at 10:15 pm
huss jangan nakal :p
[Reply]
July 13th, 2009 at 10:15 pm
Thanks mas.. jika tulisan ini jadi bahan instropeksi..
[Reply]
July 6th, 2009 9:18 am
Tetap semangat om. Setelah ini pasti mendapatkan yang lebih baik. Tergantung kesabaran kita untuk mempersiapkan kedatangan yang lebih baik ituh.
[Reply]
July 6th, 2009 10:19 am
wedew … om zal memang bisa aja

postinganny kini sudh berubah
Mmmm, refleksi diri ya Bang ?!?
Cuman DIA lah yang tidak akan pernah meninggalkan kita selamanya
[Reply]
July 6th, 2009 1:49 pm
bg zal, ada award,,,,,,,,,,,
[Reply]
July 7th, 2009 12:33 pm
wah saya sudah melalui yang namanya titik jenuh..hehehe..
btw good luck buat kontesnya..ntar saya vote..hohoho
[Reply]
July 8th, 2009 9:13 am
semua kejadian, moga2 bisa membuat kita menjadi lebih baik…apapun yang terjadi, semoga kita ikhlas, kewajiban kita adalah berupaya dan berdoa…hasilnya pasrahkan pad Nya. Mas Zal, saat mengalami kejadian yang membuat diri kita terpuruk, biasanya kita akan disadarkan akan ke Besaran Nya. Kalo Tuhan bisa mengambil apa yang kita punya dalam sekejap, Tuhan juga bisa memberi kita dalam sekejap..selama kita bisa ikhlas..
[Reply]
July 9th, 2009 3:55 am
Bahasanya tinggi banget.. Susah banget untuk di pahami.. Tak baca sekali lagi ya…
[Reply]
July 9th, 2009 5:09 pm
Jangan bersedih bang, mungkin itu merupakan peringatan dariNYA
[Reply]
July 9th, 2009 5:10 pm
Yang sabar ya bang… Ada hikmah dibalik itu semua
[Reply]
July 9th, 2009 5:12 pm
Emang gimana ceritanya bang…?
[Reply]
July 11th, 2009 5:59 pm
Ayo..bangkit lagi mas… semangat, biar saya ketularan semangatnya lagi.dulu mas suka ngasih semangat ke saya.
[Reply]
July 13th, 2009 5:37 am
hmm…
terharu saya mas…
spirittttt….. bos!
[Reply]
July 13th, 2009 at 5:38 am
update… dah divote tuh…
[Reply]
July 13th, 2009 at 10:01 pm
Makasih..
[Reply]
July 13th, 2009 7:18 pm
sekrng dh baikn kan om??
[Reply]
July 13th, 2009 11:30 pm
[...] sebagian dari teman-teman yang membaca tulisanku Di Titik Nadir bertanya-tanya sebenarnya beban apa sih yang saya alami sehingga telah merenggut keceriaan [...]
July 13th, 2009 11:49 pm
Sabar ya Bang .. don’t surrender sobat
[Reply]
December 30th, 2009 12:39 am
semoga kembali sukses seperti dulu…
[Reply]