Huh sudah lama juga ga ngeblog, karena banyak banget kesibukan ditambah cobaan yang semakin hari semakin kuat. Update blog ini pun sudah lama tidak saya lakukan, apalagi berkunjung ke blog-teman-teman dan berkomentar di sana. Yup.. sudah lama banget saya ga berkomentar di blog teman-teman kecuali blog teman-teman yang memang sering meminta komen lewat YM. Alasannya sebenarnya sepele, karena begitu banyaknya para pengecut di dunia blogging yang memanfaatkan nama saya untuk meninggalkan komentar-komentar ga senonoh di Blog orang lain. Mungkin masih ingat kan postingan saya tahun lalu ketika ada yang memberi komentar miring di halaman deskripsi Mas Masenchipz pada perlombaan Bob Awards ? . Karena itulah saya lebih memilih ga meninggalkan komentar, minimal jika ada yang berkomentar atas nama saya bisa saya jelaskan bahwa itu bukan saya.
Tadi siang di kantor saya mendengarkan lagu terbaru D’Massive yang berjudul Jangan Menyerah. Sudah denger belum ? Atau jangan-jangan malah sudah download he he he .. lirik lagunya ada di bawah tulisan ini. Kembali ke lagu tersebut, saya seperti dibuat terpaku dan jujur saja ketika saya melihat video klipnya saya merasa malu sendiri. Dalam video tersebut diceritakan kisah seorang penari jalanan (yang suka nari-nari di lampu merah tuh) yang sebenarnya sakit sekarat namun tetap saja tersenyum dan memberikan tarian terbaiknya meski harus menahan perih. Sebuah kekuatan yang sangat luar biasa yang mungkin belum saya miliki.
Kehidupan di dunia harus diakui tak selamanya indah. Kita tak akan selamanya bahagia, demikian juga sebaliknya kita tak akan selamanya menderita. Tak selamanya kita berada di atas, tak selamanya juga kita berada di bawah. Namun, harus saya akui proses berubahnya situasi tersebut, dari atas ke bawah, dari bahagia ke derita, pasti akan membuat kita sangat menderita. Bahkan bisa saja, jika kita tak mampu menghadapi perubahan itu, bukan tak mungkin kita menjadi stress atau bahkan menjadi gelap mata.
Ahmad Dhani mengatakan “Laki-laki tak boleh menangis” lewat lagu Bukan Superman yang dibawakan ketiga anaknya The Lucky Laki. Saya juga merasa sebagian besar berpendapat demikian. Lalu untuk apa seorang Cowok atau Laki-laki diberikan airmata jika tidak boleh menangis?. Saya merasa siapapun di dunia ini pasti pernah menangis, tidak perduli cowok ganteng, artis cowok ataupun cowok keren. Jadi mengapa kita mesti heran ketika melihat seorang laki-laki menangis?
Pernahkah kamu dituntut sabar oleh seseorang yang sebenarnya tidak sabar? Atau mungkin kamu pernah menuntut orang lain sabar padahal kamu sendiri tidak sabar? Kesabaran mungkin memang masih harus dibina dalam diri pribadi masyarakat kita. Tidak jarang hanya karena ketidaksabaran, terjadi adu pendapat atau bahkan berujung pada perkelahian. Kita kadang tidak sadar, bahwa jika semua berjalan teratur dan kita menyadari posisi kita masing-masing maka terwujudnya sebuah kehidupan yang indah bukan tak mungkin akan terwujud. Bayangkan saja, jika semua pengguna jalan raya mau sabar dan tidak saling mendahului mungkin saja kemacetan akan terhindari. Atau ketika para penerima BLT, semua mau bersabar dalam antrian, mungkin saja kematian beberapa orang beberapa waktu yang lalu bisa dihindari. Kita harus akui, terkadang kita memang ingin serba cepat dan kita yang diduluankan. Sehingga terkadang kita tak sabar menuntut orang lain sabar, sedangkan kita sendiri tidak. Saya mencoba memberikan contoh kejadian yang baru-baru ini saya alami.